Selasa, 18 Desember 2012

PROGRAM TEBAK ANGKA menggunakan C++




#include <iostream.h>                                 
#include <conio.h>                                        
main(){
int a,b,c;


cout<<"\t\t PROGRAM TEBAK ANGKA \t\t\t  \n\n";

cout<<"Silahkan masukkan angka : ";cin>>a;

clrscr();                                                                
cout<<"\t\t PROGRAM TEBAK ANGKA \n\n";

balik:

cout<<"\n \n Tebak sekarang : ";cin>>b;

clrscr();

                if(a+b){


                                cout<<"\t\t PROGRAM TEBAK ANGKA \n\n";

                                cout<<" Selamat Angka "<<b<<" yang anda masukkan \n BENAR...\n\n";

                                cout<<"Jumlah salah saat menebak adalah "<<c%4124<<" kali";                //untuk menghitung banyaknya yang error dengan memanfaatkan baris script dan diambil sisa pembagiannya yang menunjukkan banyaknya error

                }else{

                                c=c+1;                                                                   //untuk menghitung penjumlahan tiap satu angka yang ditebakkan/dimasukkan oleh user, agar dapat dicari jumlah error dengan rumus c%4162

                                cout<<"\t\t PROGRAM TEBAK ANGKA \n\n";

                                cout<<"Maaf, anda salah... \n"<<endl;

                                                if((a>b)) {

                                                                                cout<<"Angka "<<b<<" yang anda masukkan kurang dari angka yang harus ditebak... \n\n";

                                                                }else{

                                                                                cout<<"Angka "<<b<<" yang anda masukkan lebih besar dari angka harus ditebak... \n\n";

                                                                }

                                goto balik;                           //untuk mengulang menebak

                }


}

Kamis, 27 September 2012

Client-Server, Sentralisasi dan Desentralisasi



A.    Keuntungan dan kekurangan Jaringan Client-server
1.      Keuntungan Client Server
a.       Centralization (sentralisasi) : adanya kontrol terpusat. Server membantu dalam mengelola seluruh set-up. Hak akses dan alokasi sumber daya yang dilakukan oleh Server.
b.      Proper Management (manajemen proper) : Semua file disimpan di tempat yang sama. Dengan cara ini, manajemen file dan menemukan file menjadi lebih mudah.
c.       Back-up dan Recovery Possible: semua data disimpan di server yang mudah untuk membuat back-up itu. Juga, dalam kasus beberapa break-down jika data hilang, itu dapat dipulihkan dengan mudah dan efisien. Sementara dalam komputasi rekan kita harus mengambil back-up di setiap workstation.
d.      Upgradation dan Skalabilitas di Client-server set-up: Perubahan dapat dibuat dengan mudah dengan hanya upgrade server. Juga sumber daya baru dan sistem dapat ditambahkan dengan membuat perubahan yang diperlukan dalam server.
e.       Aksesibilitas: Dari berbagai platform dalam jaringan, server dapat diakses dari jarak jauh.
f.       Sebagai informasi baru diupload dalam database, setiap workstation tidak perlu memiliki kapasitas penyimpanan meningkat sendiri (yang mungkin terjadi dalam peer-to-peer sistem). Semua perubahan yang dibuat hanya dalam komputer pusat yang ada database server.
g.      Keamanan: Aturan mendefinisikan hak keamanan dan akses dapat didefinisikan pada saat set-up server.
h.      Server dapat memainkan peran yang berbeda untuk klien yang berbeda.
2.      Kekurangan Client Server
a.    Jaringan menjadi macet karena Terlalu banyak permintaan dari klien dapat mengakibatkan kemacetan, yang jarang terjadi dalam jaringan P2P. Overload dapat menyebabkan melanggar-down server. Dalam peer-to-peer, total bandwidth jaringan meningkat karena jumlah kenaikan rekan-rekan.
b.    Client-Server arsitektur tidak kuat sebagai P2P dan jika server gagal, seluruh jaringan turun. Juga, jika Anda men-download file dari server dan itu akan ditinggalkan karena beberapa error, download berhenti sama sekali. Namun, jika akan ada rekan-rekan, mereka akan menyediakan bagian-bagian yang rusak dari file.
c.    Dari segi biaya sangat mahal untuk menginstal dan mengelola jenis komputasi.
d.   Perlu profesional TI untuk menjaga server dan rincian teknis lainnya dari jaringan.
B.     Kelebihan dan kekurangan sistem Desentralisasi
1.      Kelebihan sistem Desentralisasi
a.       Penghematan biaya karena tidak semua unit yang memerlukan komputasi membutuhkan perangkat komputer dengan spesifikasi yang sama.
b.      Peningkatan tanggung jawab terhadap pengeluaran biaya
c.       Peningkatan kepuasaan pemakai
d.      Kemudahan pencadangan ketika terjadi musibah
2.      Kekurangan sistem Desentralisasi
a.       Memungkinkan kekacauan kontrol terhadap sistem komputer
b.      Ketidaksesuaian dalam menyediakan perangkat lunak dan perangkat keras
c.       Kemubaziran dalam tugas
d.      Standarisasi bisa tak tercapai
C.     Kelebihan dan kekurangan Sentralisas
1.      Kelebihan sistem Sentralisasi
a.       Jaminan terbentuknya sistem yang holistik dan koheren di seluruh tataran organisasi karena sifatnya yang standar dan terpusat.
b.      Pertukaran data dan/atau informasi dapat dilakukan dengan mudah karenakeseragaman teknologi penyimpanan data primer maupun sekunder.
c.       Potensi terjadinya anarki karena fenomena tambal sulam dan kesulitan membangun ‘interface´ dari sejumlah sistem yang tersebar dapat direduksi seminimum mungkin dan lain sebagainya
2.      Kekurangan sistem Desentralisasi
a.       Kecenderungan yang terjadi adalah kontrol yang berlebihan dan terlalu ketat hingga terjadi manajemen informasi yang cukup kaku dan sangat hirarkis.
b.      Fokus lebih banyak diarahkan pada conformity atau ketaatan pada prosedur standar sehingga mengurangi sejumlah inisiatif yang terkadang dapat berguna bagi perusahaan.
c.       Karena biasanya akan mengarah pada satu standar tertentu, kerap perlu dikeluarkan biaya yang relatif jauh lebih mahal dibandingkan dengan nonstandar.
d.      Karena teknologi informasi terdiri dari sejumlah komponen yang beragam, belum tentu masing-masing komponen yang dipilih adalah yang terbaik (karena yang penting bagi manajemen adalah kesamaan standar sehingga terkadang kinerja atau performa dinomor duakan).
e.       Terkadang dalam perkembangannya ditemukan teknologi baru yang canggih dan berguna bagi perusahaan, namun karena spesifikasinya di luar standar perusahaan maka peluang tersebut dilepaskan begitu saja.
f.       karakteristik dari perkembangan teknologi informasi yang serba open system dan open standard membuat sistem sentralisasi belum tentu memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan dengan pendekatan lainnya.

Referensi :